Make your own free website on Tripod.com

Menulusuri jejak Sunnah - Firqotun Najiyah

Madzhab Hanafi
Home | Thibbun An Nabawi | Link | Mengenal Ulama | Artikel Umum | Referensi | Aqidah | Firqah baru | Fiqih | Hadits | Sejarah | Sholat Kita | Informasi

  Madzhab Hanafi  (80-150H.)

     

 

untuk menuntut ilmu dan berguru dengan ulama-ulama terkenal pada masa itu seperti al-Syaikh Humad bin Abi Sulaiman yang telah mewarisi ilmu dari Abdullah bin Masud seorang sahabat yang terkenal dalam bidang fiqih dan Rayi. Selain dari itu Abu Hanifah juga berguru dengan imam Zaid bin Ali Zainal Abidin dan Jafar al-Sadiq dll.

 

Imam abu hanifah banyak dikritik ulama lain karena dikatakan telah mengutamakan pendapat (rayu) daripada hadith, hal ini dibantah oleh sebagian ulama bahwa beliau lebih banyak menggunakan pendapatnya sendiri daripad hadith kerana pada masa itu penipuan hadith sangat berleluasa dan beliau takut terambil hadith yang palsu.

 

Manhaj Abu Hanifah dalam fiqih jelas, beliau akan mengembalikan segala persoalan kepada Al-Quran kemudian al-Sunnah lalu Aqwal al-Sahabah yaitu pendapat para sahabat Nabi. adapun apabila perkara tersebut tidak pernah dibincangkan sebelumnya maka beliau akan berijtihad, yaitu dengan mengikut metode Qiyas dan Istihsan. Ijtihad telah dibenarkan sejak zaman Nabi lagi, ketika Rasulullah S.A.W. mengutus Muaz bin Jabal ke Yaman beliau bertanya: Bagaimana cara engkau dalam berhukum?, dengan merujuk kepada Kitab Allah, Bagaimana kalau tidak ada dalam kitab Allah?, maka dengan merujuk kepada Sunnah Rasulullah, bagaimana kalau tidak ada , maka aku akan berijtihad dengan betul) dalam hadith yang lain Nabi bersabda: Apabila seorang mujtahid berijtihad dan betul ijtihadnya maka dia akan mendapat dua pahala, apabila salah dia akan mendapat satu pahala.

 

Diantara murid Abu hanifah yang terkenal adalah Abu Yusuf , Muhammad bin Hasan, merekalah orang yang bertanggung jawab menyebarkan Mazhab hanafi dan memperkuat kedudukan mazhab tersebut. Adapun kitab-kitab yang terkenal dalam mazhab Hanafi ialah Kitab al-Kafi oleh imam Muhammad bin Muhammad al-Marwazi dan Kitab al-Mabsut oleh imam Muhamamd bin Ahmad al-Sarkhasi. Dengan adanya dukungan ulama-ulama tersebut maka tersebar luaslah mazhab Hanafi dan ianya telah menjadi mazhab rasmi bagi Khilafah Osmaniyah di Turki.

Jika anda melihat kebenaran didalamnya, maka pujilah Allah tabaraka wata`ala dan jika anda mendapati kebalikanya ,saya  berharap anda berkenan menegur saya,serta berikanlah doŽa kebaikan untuk saya, semoga Allah meluruskan kesalahan saya dan mengampuni keteledoran saya... !!
kritik + saran: loper_kor4n@yahoo.com  Last update ,25 november 2010
Terhitung sejak,16 April 2005 anda pengunjung yang ke: